BBTKLPP Banjarbaru sebagai instansi di bawah Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI memiliki tugas dan fungsi melakukan kajian di bidang penyakit. Oleh sebab itu, kegiatan survei yang berhubungan dengan penyakit malaria, DBD, chikungunya, Zika, JE, Leptospira yang berbasis laboratorium memerlukan hasil yang tepat, akurat dan cepat sehingga perlu melakukan pengembangan metode pemeriksaan yang salah satunya adalah dengan metode ELISA
Antibodi Immunosorbent Enzyme-linked (ELISA) adalah teknik yang menggabungkan spesifisitas antibodi dengan sensitivitas uji enzim secara sederhana, dengan menggunakan antibodi atau antigen yang digabungkan ke suatu enzim yang mudah diuji. ELISA memberikan pengukuran antigen atau antibodi yang baik secara relatif maupun kuantitatif. ELISA dapat digunakan untuk mendeteksi adanya antigen yang dikenali oleh antibodi atau dapat digunakan untuk menguji antibodi yang mengenali. Uji ini memiliki beberapa keunggulan seperti teknik pengerjaan yang relatif sederhana, ekonomis, dan memiliki sensitivitas yang cukup tinggi.
Sebagai upaya menuju laboratorium rujukan untuk laboratorium penyakit, BBTKLPP Banjarbaru perlu melakukan pengembangan dan peningkatan kapasitas baik SDM, alat, metode dan kemampuan uji/analisa penyakit terkait yaitu Japanese Enchepalitis yang merupakan parameter pengembangan di tahun 2018. Oleh karena itu, BBTKLPP mengirim petugas laboratorium virologi untuk melaksanakan on the job training di Laboratorium Virologi Pusat Biomedis dan Kesehatan Dasar Balitbangkes Jakarta.
Tujuan Pelatihan Pemeriksaan Japanese Enchepalitis, meliputi: memahami prinsip metode ELISA, memahami tahapan prosedur pemeriksaan Japanese Enchepalitis dengan metode ELISA, memahami tahapan perhitungan dan menyimpulkan interpretasi hasil pemeriksaan Japanese Enchepalitis, dan memahami penyelesaian troubleshooting apabila terjadi selama pengerjaan pemeriksaan Japanese Enchepalitis.
Metode pelatihan yaitu: paparan materi, praktikum hands on, dan diskusi dan tanya jawab. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 16– 19 Juli 2018, diselenggarakan oleh Pusat Biomedis Balitbangkes, Jakarta
Materi yang di dapatkan selama on the job training, antara lain: materi Dasar ELISA, hands on pengujian metode ELISA, interpretasi hasil ELISA, dan troubleshooting dan pengerjaan QC setiap pemeriksaan.
Dari pelatihan ini, diharapkan petugas laboratorium:
1. Mengetahui dan memahami tentang prinsip dasar ELISA
2. Mengetahui dan memahami tahapan prosedur pemeriksaan Japanese Enchepalitis dengan metode Elisa meliputi proses persiapan sampel, pemeriksaan sampel dengan cara manual maupun otomatis, sampai melakukan pembacaaan hasil di Elisa Reader.
3. Mengetahui dan memahami cara perhitungan Quality Control status valid atau tidaknya pemeriksaan Japanese Enchepalitis yang sudah dilakukan. Kemudian menyimpulkan interpretasi hasil
4. Mengetahui dan memahami cara penyelesaian troubleshooting apabila terjadi selama pengerjaan pemeriksaan Japanese Enchepalitis
Saran yang diberikan kepada instasi BBTKLPP yaitu diharapkan agar bisa melakukan kegiatan yang sejenis di tahun depan untuk peningkatan kapasitas personil.***[dewi hermawati & Riska Yunida]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.